Akhirnya..
Kini ia percaya. Hati dapat berdenting membentuk harmoni mayor sempurna yang manis di kuping, tanpa perlu buka suara atau memetik gitar. Dawai terakhirnya, yang berbunyi tipis tinggi tetapi menggenapi, telah terpetik. Warna-warna. Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata. Kita tak pernah menyadari ketidaklengkapan hingga bersua dengan kepingan diri yang tersesat dalam ruang waktu. Dan ia percaya kini.
[masih dari gelas yang sama...]
[masih dari gelas yang sama...]

0 Comments:
Post a Comment
<< Home