KEAJAIBAN CINTA

Monday, December 26, 2005

Pertemuan..

Beberapa jam yang lalu, aku baru saja melakukan pertemuan rahasia. Pertemuan yang hanya dihadiri oleh 3 orang saja. Salah satunya, adalah aku. Seorang lagi, wanita berusia tidak beda denganku, rambut pendek berponi dengan setelan hitamnya. Kurasa dia tidak lebih tinggi dariku. Dan seorang lagi, pria dewasa berusia lebih dari setengah abad, kurus, dan tidak terlalu tinggi pula. Awalnya, hanya ada aku dan wanita itu saja. Berbicara ala kadarnya, kadang tertawa atau kemudian tiba-tiba terdiam. Lalu, laki-laki tua itu datang menghampiri kami dan dia berada persis disebelah kiriku. Wanita di depanku berusaha mengenalkan aku pada laki-laki itu. Dia menyebutkan namaku dan nama laki-laki itu bergantian. Aku pun bersalaman dengannya. Laki-laki yang angkuh. Begitu aku menganggapnya. Tak lama, kamipun terlibat pembicaraan 3 arah. Tapi kurasa, laki-laki itu hanya tertarik berbicara dengan wanita dihadapanku, tanpa sedikitpun menoleh padaku. Dia, laki-laki itu tiba-tiba bergeser, berpindah tempat kesebelah kanan wanita didepanku. Jadi, dia bisa memandangku dengan bebas tanpa terbatasi oleh juntaian rambutku. Gerakku membisu, bibirku pun terkatup. Aku hanya bisa mencuri pandang padanya. Dan sedetik kemudian, laki-laki itu melontarkan kalimat-kalimat joke nya. Wanita itu tertawa, laki-laki itu pun tertawa dan aku juga ikut tertawa. Rupanya, dia punya sense of humor yang lumayan mengingat usianya yang tidak selevel dengan ku. Waktu ku terbatas dan laki-laki itu juga. Ketika, dia berpamitan, aku merasakan ada nada hangat ketika dia menyebut namaku, lalu dia beringsut pergi. Meninggalkan aku dengan sejuta tanya. Wanita di hadapanku, berusaha menghiburku bahwa segalanya akan baik-baik saja setelah hari ini. Dan kami berpelukan tanda akan perpisahan. Secepat ini? Tentu tidak. Kami masih bisa saling telepon kala senggang dari kantor kami yang jaraknya hanya 20 menit. Lalu, seperti biasa kami akan membicarakan laki-laki separuh abad itu.

************************
Dia, laki-laki tua itu adalah bapak dari laki-laki muda yang telah membingkai hatiku dengan pita warna biru kesukaanku. Yang telah membuatku meyakini bahwa, masih ada cinta untukku. Meski terpisah ruang, jarak dan waktu.

2 Comments:

  • At 4:43 PM, Blogger PALUPI said…

    semuanya tergantung dari cara pandang kita. seperti yang thatha bilang, jika kita berpikir segalanya akan baik2 saja, maka segalanya memang akan baik2 saja..

     
  • At 1:18 PM, Blogger Unknown said…

    masak iya cinta itu indah,.. cinta itu deritanya tiada berakhir kata cut pat kay

     

Post a Comment

<< Home