KEAJAIBAN CINTA

Thursday, December 08, 2005

Menaruh Hati..

Seseorang menaruh hati di jendela kamarku. Waktu itu, pagi belum pergi betul. Sinar matahari jatuh ke dalam kamarku. Mulanya sedikit, tapi lama kelamaan, sekawanan sinar itu berebut masuk, menerobos kaca jendela, lalu jatuh ke karpet biru, ke selimut, ke bantal penyangga kepalaku, ke Bergson-boneka anjing coklat. Dan sialnya, sebaran sinar itu juga jatuh ke wajahku. Tidur pun terputus.

Ada hati di jendela kamarku. Kutemukan saat rasa ingin tahu menyergapku. Sinar di pagi yang belum pergi betul itu terlihat lain. Lebih teduh. Bergerak, kudekati jendela. Ada hati di sana. Di luar jendela kamarku. Seseorang menaruhnya sedemikian rupa, supaya hati itu tidak terjatuh.

Siapa yang menaruhnya di situ? Hati di jendela kamarku…

“Oh, kau terlambat bangun pagi ini rupanya. Kalau kau terjaga saat sinar matahari belum sebanyak ini, kau mungkin akan mendapatinya di sana, ya… laki-laki yang menaruh hati itu di jendela kamarmu,” tutur laki-laki tua pemilik kebun, tak jauh dari rumahku.

Aku berpapasan dengan laki-laki pemilik kebun saat menyusuri setapak, dengan memegang erat hati itu. Wajahku yang seperti mencari sesuatu membuat laki-laki tua itu berhenti sejenak dari pekerjaannya, menyiangi rumput, dan menyapaku.

“Kau masih bisa menemukan laki-laki yang menaruh hati di jendela kamarmu itu, ikuti jalan setapak ini hingga ke ujungnya, dari situ kau akan temukan rumah kecil, tidak, jangan takut tersesat, rumah dengan tujuh pohon pinus itulah tempat ia tinggal,” ucap laki-laki tua itu.

Laki-laki. Hati di jendela kamar. Tujuh pohon pinus.

Kuikuti saran laki-laki tua pemilik kebun. Berjalan hingga ujung jalan setapak menuju rumah dengan tujuh pohon pinus.

Itu dia. Aroma rumput basah menyambutku. Tak lama kemudian, harum pinus menyergap indera penciumanku. Harum itu makin kuat saat sosoknya bergerak mendekatiku. Laki-laki dengan harum hutan pinus …

“Ah, sampai juga kau ke mari,” ujarnya, tersenyum.

“Apakah kau yang meletakkannya? Hati ini, aku ingin mengembalikannya,” jawabku, membalas senyumnya.

“Mengapa kau kembalikan?,” tanyanya.

“Hati ini ada di jendela kamarku saat pagi belum pergi betul, bukan milikku, kupikir seseorang pasti mencarinya,” kataku.

“Tidak. Aku sengaja meletakkannya di situ. Hati itu untukmu. Apakah kau tidak menyukainya?”.

Aku terdiam, laki-laki dengan harum hutan pinus itu seharusnya tak bertanya seperti itu. Tahukah ia, saat pertama kali kulihat ada hati di jendela kamarku, dan seseorang menaruhnya di sana, yang tergambar dalam pikirku hanyalah… aku ingin laki-laki dengan harum hutan pinus itulah yang melakukannya. Hanya ia dan bukan yang lainnya.

“Mengapa terdiam. Kau menyukainya?” ia mengganti pertanyaannya.

Ada selarik senyum di wajahku.

“Ya,” jawabku, singkat.

“Aku akan melakukannya setiap hari. Menaruh hati di jendela kamarmu. Kalau kau suka, tolong jangan kembalikan hati ini lagi padaku, aku sengaja melakukannya…

ia memberi jeda pada kalimatnya,

untukmu…. “.

++++++++++++++++++++
Ada baiknya kalian tahu.

Ini hanya cerita yang ku paste dari blog seseorang yang tentu saja tidak ku kenal..
Cerita klasik.. jatuh cinta, kasmaran, duka merindu.. ribuan cerita tentang cinta sering kita baca, meski mungkin hanya sepintas lalu.. tapi tahukah kalian, cerita itu bisa jadi inspirasi.. penyemangat hidup kala kita jatuh. Sebenarnya, cinta itu sederhana, tapi terkadang cara pandang kita salah...lalu kita menyalahkan cinta.
[Kak Atta, sori.. terpaksa ku paste ceritamu di sini, bukan karena aku telah kehabisan bahan cerita, bukan pula untuk menghalalkan plagiatisme..bukan itu maksudku.. jangan salah, kak... aku hanya merindukan negeri senjamu. Itu saja.....].


2 Comments:

  • At 11:39 AM, Blogger go_nizz said…

    Awalnya aku mo comment banyak nih crita...mulai dari yang narok ng jelas n pemilik rumah nya pun ng jelas..n terlalu gampangkah yang namanya hati mesti ditarok di jendela???

    tapi diakhir ternyata itu bukan crita mu...ku stop deh..hehehe

    Tapi penasaran juga nih ma yang namanya negri senja...dimana tuh liat nya????

     
  • At 12:19 PM, Blogger PALUPI said…

    negeri-senja itu dimana ya??? aku nemuinnya secara gak sengaja kok... tapi katanya sekarang lagi kena gusur..

     

Post a Comment

<< Home