Menjadi Mama..
Hei, kebayang gak gimana mama kita saat mengandung? Bulan pertama kehamilan, cahaya menyelimuti wajahnya. Senyuman paling manis sedunia, menghiasi hari-harinya. Kemana-mana dia akan dengan bangganya berkata, "Aku hamil..". Lalu, para tetangga akan selalu mengerubutinya sekedar kasih wejangan, jangan begini...gak boleh gitu.. macam-macamlah..
Ketika usia kandungan memasuki bulan ke tiga, di Jawa biasanya diadakan selamatan 3 bulanan. Bikin bubur merah putih dari ketan, santan dan gula merah atau nasi dan orem-oremnya [ini isinya tahu, tempe dan kuah santan..] terus dianterin ke tetangga kiri kanan. Ritual itu kembali terulang ketika usia kandungan 7 bulan. Ini lebih rame lagi.Mengundang beberapa puluh ibu-ibu kampung, temen arisan atau sejenisnya untuk datang sekedar mencicipi semangkuk rujak gobet [rujak manis tapi buahnya di iris tipis-tipis, atau diparut besar-besar]. Katanya, kalau rasanya manis, anaknya bakal manis juga [kayak aku,kan..].
Setelah itu, mulai deh persiapan untuk kelahiran si kecil. Box bayi, baju-baju kecil, bedak dan sabunnya, minyak telon dan kayu putih, dan gak lupa pergi ke dokter kandungan untuk USG..[ini wajib..].
Bulan ke sembilan, deg-degan... gak tenang.. resah ... takut..seneng... campur aduk. Lalu tiba-tiba pada satu hari, papa kita tergopoh-gopoh membawa mama ke rumah sakit. Kata mama, perutnya mulai sakit.. ada bercak darah tadi pagi. Setengah jam atau lebih sesampainya di rumah sakit, kontraksi mulai muncul. Benar-benar sakit. Kadang mules kadang enggak, tiba-tiba mules lagi... lalu ada air ketuban yang pecah.. dan perjuangan itu dimulai.
Mengejan. Ya, mengejan!!...... 1...2....3... push....push... dorong..dorong... tarik nafas... 1...2...3.... dorong.... sedikit lagi..... ayo bu, sebentar lagi muncul kepalanya.... 1...2....3........ ayo bu.... dorong..dorong.........Sekuat tenaga, bahkan bertaruh nyawa..mama kita berusaha agar kita dapat segera melihat dunia, menghirup aroma kehidupan.........Matipun, mungkin mama gak peduli, asal kita bisa lahir.
Oooe.......ooooeeeeek............Alhamdulillah......Allahu Akbar....Allahu Akbar.....[akhirnya kita laahiiirrr......!!!]
"Selamat ya bu, bayinya sehat... cantik seperti ibunya... " sayup-sayup suara suster terdengar di telinganya. Lalu papa kita datang, dengan senyum penuh rasa haru, "anak kita sudah lahir, ma.. perempuan,.. cantik ." bisiknya. Mama dan papa kita, menjadi orang paling bahagia saat itu. Terlupakan rasa sakit itu, berganti kebahagiaan yang tak dapat kita ukur dengan apapun.Tapi ini baru permulaan.
Saatnya menyusui. Terbangun tengah malam hanya untuk mengganti popok yang basah atau menyusui kita. Tidur tidak pernah pulas lagi. Never...!! Kehidupan baru, rutinitas baru sudah ada dihadapan mama kita. Kadang papa sampai cemburu karena mama lebih mendahulukan kita dari pada laki-laki yang dicintainya itu.
Setahun...berlalu.......dan tahun-tahun berikutnya terlewati dengan banyak peristiwa... Tak terasa, kita sudah segede ini. Masih ingat apa yang telah kita lakukan terhadap mama? Kadang sebagai anak, kita terlalu manja, padahal mama sudah manjaain kita. Kadang kita terlalu egois dibalik lebel ANAK, padahal mama kita telah membuang egonya demi kita. Mungkin terlalu dini, kita pikirkan bagaimana kita nanti menjadi orang tua bagi anak-anak kita. Tapi tidak ada salahnya, jika mulai sekarang kita berusaha memahami mama.... Memahami bahwa menjadi mama, itu tidaklah mudah.
******************************
Selamat Hari Ibu.
Semoga aku bisa berdamai dengan mamaku.
I LOVE YOU......
Ketika usia kandungan memasuki bulan ke tiga, di Jawa biasanya diadakan selamatan 3 bulanan. Bikin bubur merah putih dari ketan, santan dan gula merah atau nasi dan orem-oremnya [ini isinya tahu, tempe dan kuah santan..] terus dianterin ke tetangga kiri kanan. Ritual itu kembali terulang ketika usia kandungan 7 bulan. Ini lebih rame lagi.Mengundang beberapa puluh ibu-ibu kampung, temen arisan atau sejenisnya untuk datang sekedar mencicipi semangkuk rujak gobet [rujak manis tapi buahnya di iris tipis-tipis, atau diparut besar-besar]. Katanya, kalau rasanya manis, anaknya bakal manis juga [kayak aku,kan..].
Setelah itu, mulai deh persiapan untuk kelahiran si kecil. Box bayi, baju-baju kecil, bedak dan sabunnya, minyak telon dan kayu putih, dan gak lupa pergi ke dokter kandungan untuk USG..[ini wajib..].
Bulan ke sembilan, deg-degan... gak tenang.. resah ... takut..seneng... campur aduk. Lalu tiba-tiba pada satu hari, papa kita tergopoh-gopoh membawa mama ke rumah sakit. Kata mama, perutnya mulai sakit.. ada bercak darah tadi pagi. Setengah jam atau lebih sesampainya di rumah sakit, kontraksi mulai muncul. Benar-benar sakit. Kadang mules kadang enggak, tiba-tiba mules lagi... lalu ada air ketuban yang pecah.. dan perjuangan itu dimulai.
Mengejan. Ya, mengejan!!...... 1...2....3... push....push... dorong..dorong... tarik nafas... 1...2...3.... dorong.... sedikit lagi..... ayo bu, sebentar lagi muncul kepalanya.... 1...2....3........ ayo bu.... dorong..dorong.........Sekuat tenaga, bahkan bertaruh nyawa..mama kita berusaha agar kita dapat segera melihat dunia, menghirup aroma kehidupan.........Matipun, mungkin mama gak peduli, asal kita bisa lahir.
Oooe.......ooooeeeeek............Alhamdulillah......Allahu Akbar....Allahu Akbar.....[akhirnya kita laahiiirrr......!!!]
"Selamat ya bu, bayinya sehat... cantik seperti ibunya... " sayup-sayup suara suster terdengar di telinganya. Lalu papa kita datang, dengan senyum penuh rasa haru, "anak kita sudah lahir, ma.. perempuan,.. cantik ." bisiknya. Mama dan papa kita, menjadi orang paling bahagia saat itu. Terlupakan rasa sakit itu, berganti kebahagiaan yang tak dapat kita ukur dengan apapun.Tapi ini baru permulaan.
Saatnya menyusui. Terbangun tengah malam hanya untuk mengganti popok yang basah atau menyusui kita. Tidur tidak pernah pulas lagi. Never...!! Kehidupan baru, rutinitas baru sudah ada dihadapan mama kita. Kadang papa sampai cemburu karena mama lebih mendahulukan kita dari pada laki-laki yang dicintainya itu.
Setahun...berlalu.......dan tahun-tahun berikutnya terlewati dengan banyak peristiwa... Tak terasa, kita sudah segede ini. Masih ingat apa yang telah kita lakukan terhadap mama? Kadang sebagai anak, kita terlalu manja, padahal mama sudah manjaain kita. Kadang kita terlalu egois dibalik lebel ANAK, padahal mama kita telah membuang egonya demi kita. Mungkin terlalu dini, kita pikirkan bagaimana kita nanti menjadi orang tua bagi anak-anak kita. Tapi tidak ada salahnya, jika mulai sekarang kita berusaha memahami mama.... Memahami bahwa menjadi mama, itu tidaklah mudah.
******************************
Selamat Hari Ibu.
Semoga aku bisa berdamai dengan mamaku.
I LOVE YOU......

3 Comments:
At 2:09 PM,
go_nizz said…
boleh ikutan numpang tuk say...
SELAMAT HARI IBU.....
n pesen tuk yang masih punya....
Jgn pernah sia2kan dia seberapa pun jelek nya..
penyesalan selalu datang di akhir bukan di awal,,,
At 3:14 PM,
PALUPI said…
sebenarnya, aku mo bikin ending yang lebih menyentuh lagi..tapi dasar dodol.. mataku dah gak sanggup lagi tuk baca tulisanku sendiri....
At 7:03 PM,
go_nizz said…
Tapi tant....
kamu juga ibu buat adek2 ku...DIDAN n DINI
bikin mereka lebih baik dari apa yang telah terjadi di kamu ..
Aku juga anggap kamu ibuku..
mewakili adek2 ku..
SELAMAT HARI IBU
Post a Comment
<< Home