Luka Berpendar...
Seperti kunang-kunang... Hijau berpendaran, melayang tanpa arah .. lalu hinggap sesukanya..
Kecil, mungil...dan rapuh. Binatang lunak itu tentu saja dapat dengan mudah kita tangkap, lalu kita penjarakan dia dalam kantong plastik transparant atau toples kue bekas... setelah terkumpul sepuluh atau lebih.. maka lihatlah.. dan kagumilah keindahan sinarnya. Sekumpulan kunang-kunang telah membuatmu takjub.
Setakjub aku saat ini. Menikmati goresan demi goresan luka di hatiku. Ada luka lama, tapi sudah terlupakan dan ada luka baru yang masih membiru... semua tetap saja terasa pedihnya.. bahkan saking pedihnya, aku tak tahu lagi apakah luka itu telah menginfeksi bagian dalam tubuhku yang lain.. bisa saja otakku.. jantungku... bahkan sistem sarafku....
Aku mulai berhalusinasi. Seandainya si A datang padaku saat ini, tentu akan aku hujamkan tombak keramat bapakku yang telah ku bubuhi racun. Atau jika si B tiba-tiba menghampiriku, akan kutusuk dia dengan pisau dapur kesayangan mamaku, tepat di ulu hatinya.
Ah..... rupanya luka itu telah benar-benar menyerang sarafku....
Tapi, pernahkah kau menikmati indahnya luka?
Berpendaran indah menyusupi bilik-bilik hati kita...
Menorehkan sejarahnya.....
Di bilik ini, adalah luka si A.... di bilik itu, punya si B.. di bilik yang sana..... hmmm.. lupa lupa ingat entah kisah yang mana........
Dan sadarkan kamu, bahwa luka itu akan tetap abadi selamanya bersemayam disana???????
**Untuk semua yang pernah terluka dan melukai.....**
Kecil, mungil...dan rapuh. Binatang lunak itu tentu saja dapat dengan mudah kita tangkap, lalu kita penjarakan dia dalam kantong plastik transparant atau toples kue bekas... setelah terkumpul sepuluh atau lebih.. maka lihatlah.. dan kagumilah keindahan sinarnya. Sekumpulan kunang-kunang telah membuatmu takjub.
Setakjub aku saat ini. Menikmati goresan demi goresan luka di hatiku. Ada luka lama, tapi sudah terlupakan dan ada luka baru yang masih membiru... semua tetap saja terasa pedihnya.. bahkan saking pedihnya, aku tak tahu lagi apakah luka itu telah menginfeksi bagian dalam tubuhku yang lain.. bisa saja otakku.. jantungku... bahkan sistem sarafku....
Aku mulai berhalusinasi. Seandainya si A datang padaku saat ini, tentu akan aku hujamkan tombak keramat bapakku yang telah ku bubuhi racun. Atau jika si B tiba-tiba menghampiriku, akan kutusuk dia dengan pisau dapur kesayangan mamaku, tepat di ulu hatinya.
Ah..... rupanya luka itu telah benar-benar menyerang sarafku....
Tapi, pernahkah kau menikmati indahnya luka?
Berpendaran indah menyusupi bilik-bilik hati kita...
Menorehkan sejarahnya.....
Di bilik ini, adalah luka si A.... di bilik itu, punya si B.. di bilik yang sana..... hmmm.. lupa lupa ingat entah kisah yang mana........
Dan sadarkan kamu, bahwa luka itu akan tetap abadi selamanya bersemayam disana???????
**Untuk semua yang pernah terluka dan melukai.....**

1 Comments:
At 6:56 PM,
go_nizz said…
ng ah....
mending ng terluka..
so ng mau terluka berarti jaangan pernah melukai kan???
Post a Comment
<< Home